Home | pengalaman terapi | Terapi SEFT untuk Kangker Tulang, Tia-Klaten (Sesi 2)

Terapi SEFT untuk Kangker Tulang, Tia-Klaten (Sesi 2)

mohon bantuan doanya ya. semoga Alloh menyembuhkan. amin.

Pasien: Tia umur 13 tahun (P)
Bapak: Sunaryo 44 tahun
Ibu: Asih 35 tahun
Tinggal di: Klaten
HP: 08572881xxxx

pada tanggal 3 maret 2014, bapak dan ibunya Tia sudah saya ajari SEFT. Pada hari ini 4 maret 2014, adalah hari terapi Tia yang ke 2. Tapi kondisi saya ngantuk banget. Dari pagi sampe siang ngantuk (saya juga baru sadar, ternyata SIM saya sudah kadaluarsa). Jadi saya tidak bisa ke klaten. So terapinya pake telpon.

Pak Sunaryo saya pandu pake telpon dan menotok bagian2 tubuh yang ditotok. Suara panduan saya juga di dengar TIA, supaya mengerti apa yang saya sampekan dan apa yang harus dipikirkan dan apa yang dilakukan sama TIA.

Saya minta ke TIA, untuk mengingat2 ada kejadian apa, ada perasaan apa, ketika TIA tahu tentang kondisinya (divonis amputasi), tapi saya tidak menyebutkan vonisnya atau sakitnya. tapi saya bilang
“sekarang TIA, ingat-ingat dulu ketika TIA dikasih tahu sama dokter, ketika TIA dikasih tahu kondisinya bagaimana, apa yang harus dilakukan dokter, bagaimana perasaan TIA. diingat-ingat terus seolah-olah sekarang berada di rumah sakit, bersama bapak-ibu, bersama saudara, diingat2 jam brp, di rumah sakit mana, dan TIA dikasih tahu, tentang kondisi TIA seperti apa, bagaimana perasaan TIA. sekarang munculkan perasaan TIA, semakin lama-semakin kerasa. apa yang dirasakan TIA ketika itu? apa sedih apa kecewa, atau apa, sekarang munculkan perasaan itu dan semakin lama semakin kerasa dan semakin seolah-olah benar2 terjadi sekarang.”

sambil bapaknya saya pandu untuk menotok2 18 titik SEFT, TIA saya pandu untuk mengucapkan “saya ikhlas saya pasrah, ya Allah”

sampe di titik ke 18,
“tarik nafas, ambil semua rasa sedih, hembuskan buang rasa sedihnya, dan ucapkan, alhamdulillah”

“dah sekarang gimana pak? coba tanyakan ke TIA, bagaimana kondisi perasaan dia sekarang?”

TIA “SUDAH PLONG”
BAPAKNYA TIA “kata tia sudah plong pak katanya”
saya: “alhamdulillah… saya ikut senang pak”

ini pengalaman yang bener2 menyenangkan bisa berbagi sama orang, bisa bermanfaat untuk orang lain.

Semoga saya bisa melanjutkan ke sesi berikutnya. dan Alloh memberikan kesembuhan kepadanya. Amin.

temen2, tolong bantu doa ya…

——————————————

Di sore harinya, jam 5.30 saya baru sampe di Indomaret Tanjung Anom Sukoharjo, habis jalan-jalan sama anak saya Faris Mumtaza ke solobaru. Setelah beli es krim, tiba-tiba ada yang telpon.

Saya: “Agenbioterra.com Assalamu ‘alaikum”
A: “wa’alaikumussalam. mas bisa minta tolong lagi mas?”
Saya: “dengan sapa ya pak?”
A: “saya mas. Bapaknya Tia”
Saya: “oh ya pak. Ada perlu apa pak?”
A: “ni di saluran kencingnya Tia, terasa perih, ni selangnya minta dilepas. Terus Tia minta masnya yang terapi aja”
Saya: “oh, kan bapak sudah saya ajari pak. Coba aja pak”
A: “tapi Tia mintanya biar mas aja yang terapi. Lebih mantep katanya”
Saya: “ya pak. nanti aja ya. Ni saya masih di jalan”
A: “ya mas, maaf ya banyak ngerepotin”
Saya: “ya pak ndak papa.”
A: “Assalamu ‘alaikum”
Saya: “Wa’alaikumussalam”

Habis maghrib mulai diterapi, terapinya pake telpon lagi.
Setelah minum air, yang dibacakan surat alfatihah, al ikhlas, an naas, dan alfalaq. Tia siap untuk diterapi rasa perih yang dirasakan di bagian saluran kencingnya.

Saya tanyakan: “Sekarang apa yang dirasakan Tia?”
Bapaknya Tia: “Katanya cuma aja mas. Badannya pegel sama perih di saluran kencing”
Saya: “Rasa perihnya kira-kira brp tingkatannya?”
Bapaknya Tia: “8 mas”

Setelah saya terapi SEFT, sampe 18 titik, saya dengar suara Tia semakin tak terdengar, seperti yang saya perhatikan di Sesi 1. Ternyata betul, Tia kecapekan.
Saya: “Sekarang tingkatannya brp rasa perihnya, Tia?”
Bapaknya Tia: “katanya 6 mas. maaf mas. ni Tia kecapekan”
Saya: “oh, kalo gitu biar istirahat aja dulu pak”
Bapaknya Tia: “apa nanti biar saya sendiri yang melanjutkan terapinya mas?”
Saya: “jangan dulu pak. Biar istirahat dulu aja pak. Maaf ya pak. Karena saya tidak tahu kondisi Tia, tidak melihat secara langsung, jadi saya terapi sampe 18 titik.”
Bapaknya Tia: “ya mas ndak papa mas. maaf ya mas banyak ngerepotin.”
Saya: “ya pak”
Bapaknya Tia: “Assalamu ‘alaikum.”
Saya: “Wa’alaikumussalam”

TAHAP TERAPI SEFT UNTUK PENYAKIT KRONIS:
1. Seft pada gejala yang dialami (tgl 3 maret 2014)
2. Seft pada perasaan yang dialami (tgl 4 maret 2014)
3. Seft pada bagian yang sakit / sumber rasa sakit (tgl 5 maret 2014)
4. Seft pada akar emosi penyebab munculnya penyakit (tidak terlaksana)
5. Deep Seft hidup sehat dan bahagia (tidak terlaksana)

BACA SELANJUTNYA terapi seft untuk kangker tulang, tia-klaten

About SEFTER.ID

Check Also

Terapi SEFT untuk Phobia Tengkorak, Faris-anak saya

Pagi ini jam 7.00 tanggal 9 maret 2014. Anak saya Faris Mumtaza. sedang membaca buku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *