Home | Landasan Emosi

Landasan Emosi

Penyangkalan kekuatan diri sendiri
Tidak mampu mengekspresikan kesedihan perasaan tertekan
Gumpalan rasa marah yang tak terlupakan
Takut, tidak suka diri sendiri
Tidak mampu menerima proses kehidupan
Perasaan marah yang tidak mampu diekspresikan
Perasaan marah yang tidak mampu diekspresikan, merasa tidak punya harapan
Perasaan tidak puas, kesedihan yang mendalam, keinginan yang besar untuk mengontrol
Takut, penolakan akan kenikmatan, keyakinan kalau seks adalah dosa
Ketidakmampuan menjalin realsi, tertekan
Perasaan bersalah akan dorongan seksual
Penolakan diri, melarikan diri, dan tidak tahu bagaimana mencintai diri
Perasaan bersalah atas dorongan seksual
Takut, perasaan bersalah, penolakan proses kehidupan
Tidak menerima diri sendiri, tidak suka diri sendiri
Marah, perasaan ditolak, sangat ingin membalas dendam, menolak untuk mengekspresikan kemarahan
Takut, perasaan tertekan, keinginan mengontrol segala hal
Penolakan diri, melarikan diri, dan tidak tahu bagaimana mencintai diri
Tidak mampu menikmati hidup, takut membiarkan diri hidup bahagia
Takut ingin melarikan diri dari masalah berat
Rasa marah yang terpendam
Takut, perasaan tidak puas dengan diri sendiri
Ketakutan pada figure ayah, kecemasan, tidak mampu melepas masa lalu, perasaan kecewa yang ditekan kuat
Kritik diri yang terlalu kuat
Keinginan untuk diakui, ketakutan untuk dikenali dan tidak menjadi pusat perhatian, ingin dicintai
Ketakutan akan masa depan
Penolakan melepas pandangan kuno
Penolakan proses feminin, mengijinkan orang lain mempengaruhi diri
Kecemasan, ketidakmampuan merawat diri
Takut, kebutuhan untuk dilindungi, kemarahan terpendam, ketidakinginan untuk memaafkan
Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dipeluk, kebosanan menahun
Kebutuhan akan dukungan emosional dari orang lain, perasaan tidak dicintai
Ketakutan pada uang, kurang dukungan finansial
Perasaan bersalah, ketidakmampuan melepas hal-hal yang terjadi di masa lalu.
Perasaan takut akan bayangan masa lalu. Kemarahan pada diri sendiri, keinginan yang kuat untuk menghukum diri sendiri.
Perasaan kesepian dan takut ditinggal, merasa tidak cukup baik, takut gagal
Perasan terganggu/ jengkel oleh seseorang
Keberhargaan diri yang berlebihan, posessif, pikiran kejam, balas dendam.
Kurang kasih sayang saat masih kanak-kanak. Ketidakinginan untuk berubah.
Permasalahan emosi masa lalu yang tidak terselesaikan
Perasaan ditolak, ditinggalkan, perasaan tidak ingin diganggu
Ketidakmampuan melepas dalam masa lalu, perasaan menyesal yang mendalam
Penolakan akan kenyataan hidup

di atas adalah landasan emosi berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Louise L. Hay, ada di Buku “You can Heal Your Life”.

dan di bawah ini adalah landasan emosi berdasarkan pengalaman saya menterapi

ketika itu saya diminta bantu terapi seseorang yang takut dioperasi dalam rangka mengambil pen di kaki kanannya. Dulu dipasang pen setelah terjadinya kecelakaan pada dirinya. setelah ngobrol lama, untuk mengetahui sumber masalahnya. dia takut dioperasi. Takut berada di ruang ber ac. Takut berada di ruang dokter. ternyata, karena dia takut dan mengkhawatirkan suaminya yang perokok, Bila suatu saat nanti, suaminya jadi sakit dan dirawat di rumah sakit. setelah saya bantu terapi. Alhamdulillah bisa tenang. dan esoknya siap operasi untuk pengambilan pen di kaki kanannya.
Ketika itu ada yang datang ke tempat saya dengan kondisi tidak bisa menelan. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, tidak ada perubahan. Beliau mendatangi saya. aduh. saya ini apa? setelah ngobrol panjang untuk mengetahui sumber masalahnya. ternyata penyebabnya adalah, dia jengkel sama saudaranya yang tinggal serumah dengannya. Saudaranya yang sering menjambaki dia, menyakitinya. dan juga, karena dia sudah menikah, dia ingin sekali bisa pindah rumah. Tapi tidak diperbolehkan oleh ibunya. setelah saya bantu terapi, alhamdulillah. bisa makan makaroni.