Kedinginan, Lemes Diterapi Dengan SEFT

*Kedinginan, Lemes*
 
Saya mau cerita nih teman-teman. Pengalaman kayak gini, memang bagi saya sudah biasa. Sapa tahu, bisa bermanfaat buat Anda.
 
ketika itu, 16 agustus 2016. sekitar jam 6 pagi lebih dikit. Saya dipanggil ibu, katanya disuruh pak lek nganter ke rumah sakit 24jam.
Dalam hati saya. “saya gak tahu di mana rumah sakit 24jam.”
 
saya langsung ke rumah pak lek. Saya lihat, kondisi dia menggigil kedinginan, badannya lemes, kayak nenek-nenek yang gak kuat jalan. “hmmm… kalo kayak gini, apa mungkin bisa mbonceng? buat jalan aja goyang-goyang”
 
saya suruh dia tiduran dulu, biar nyaman dan sampe yakin dia bisa jalan beneran. Kalo dah bisa jalan kuat, ayo saya antar ke rumah sakit. Saya gak mungkin antar dia ke rumah sakit, dalam kondisi seperti itu, Terus… kan saya hobinya ketuk-ketuk. makanya dia saya ketuk-ketuk aja.
 
Dia kerjanya tukang menyembelih kambing. jam kerja dia adalah jam 1pagi sampe jam 8pagi. Dan dia kecapekan. jadinya gitu deh… kedinginan, badan lemes, tangan lemes gak kuat diangkat.
 
setelah saya ketuk-ketuk sekitar setengah jam, alhamdulillah badan sudah mulai hangat. buat jalan juga lumayan kuat.
Karena sebentar lagi saya mau ke stasiun untuk perjalanan ke solo, saya pamit pulang untuk nyiapin barang-barang.
 
pas naik motor… eeeee… saya lihat dia lagi ngobrol sama temennya di pinggir jalan
 
alhamdulillah…
 
===
 
*Pingin tahu, ketuk-ketuknya kayak apa sih?*
bisa buka http://sayasefter.com/video dan http://sayasefter.com/titik-seft
 
*Bagi Anda yang ada masalah yang kemungkinan sama, silakan:*
1. Datang ke SAYA SEFTER, datang ke tempat saya murah, karena gratis. Saya tidak pernah minta bayaran untuk bantu terapi.
2. Beli buku SEFT, 350rb free ongkir jawa dan free konsultasi. Bila Anda mempelajari SEFT secara mandiri, sebaiknya hanya untuk kalangan pribadi, bukan untuk menterapi orang lain.
3. Ikut Training SEFT, ini sangat dianjurkan untuk Anda yang merasa beban kehidupan begitu besar, dan juga untuk Anda yang ingin bisa membantu orang lain dengan teknik SEFT ini. Biayanya 3.500.000
 
silakan Anda pilih sesuai kemampuan Anda.
 
AZMI YUDIANTO.SOLO
085728000074
 
*Saya Sefter, Saya Suka Berbagi*

Terapi SEFT untuk Kangker Tulang, Tia-Klaten (Sesi 3)

TERAPI ke 3 untuk TIA yang kena kangker tulang di kaki kirinya
Yaitu , terapi pada kakinya

5 maret 2014, jam 9.23 sambil makan soto di warung, saya sms bapaknya Tia. Menanyakan kondisinya dan memberitahukan hari ini adalah terapi yang ke 3, yaitu terapi pada kakinya. Beberapa menit kemudian bapaknya Tia menelpon saya.

Saya: “kondisi tia sekarang gimana pak?  dan kondisi yang terlihat gimana sekarang?”
Bapaknya Tia: “kondisinya sekarang, lehernya kayak banyak lendirnya mas”
Saya: “yang lain? sesak nafasnya gimana? kaki kanan dan kirinya gimana? sudah makan? sudah minum bioterra gold?”

akhirnya bapaknya Tia nelpon saya

Saya: “Sekarang kondisi Tia gimana pak?”
Bapaknya Tia: “cuma ini mas, tenggorokannya kayak ada lendirnya, sama sesak nafas dan pegel di bahu”
Saya: “lendirnya tingkatannya sekitar brp pak? Sesak nafasnya brp tingkatannya? Pegel di bahunya berapa tingkatannya?”
Bapaknya Tia: “lendirnya 6, Sesak nafasnya 3, pegelnya 3. Ni kakinya alhamdulillah sudah empuk mas. Sebelumnya kakinya keras sampe mengkilat. Sekarang sudah empuk mas.”
Saya: “Kira-kira nanti mau diterapi sekitar jam brp pak?”
Bapaknya Tia: “nanti sekitar jam 11 ya mas”
Saya: “maaf pak. kalo bisa, pagi ini, tia, bapak, ibu, sholat dhuha. Banyak-banyak doa ketika sujud pas sholat minta kesembuhan kepada Alloh.
Bapaknya Tia: “ya mas, akan kami laksanakan mas. makasih sarannya mas.

jam 11 berlalu, jam 12 berlalu, jam 1 berlalu, koq bapaknya Tia ndak sms ndak nelpon ya?
Akhirnya saya sms jam 1.26
Saya: “gimana kondisinya sekarang pak?
Bapaknya Tia: “habis saya terapi mas, dan saya minumi bioterra. sekarang tubuhnya panas”

Jam 4.37 saya sms
Saya: “kondisi sekarang gmn pak?”
Bapaknya Tia: “napas msh sesek, leherke kayak ada lendirnya”
Saya: “bisa kita terapi sekarang pak? terapi ke 3 ini terapi pada bagian kaki yang bengkak”

kemudian saya ditelpon Bapaknya Tia untuk terapi SEFT melalui telpon.

Kalimat set up yang dipake:
“Ya Allah, meskipun kaki saya bengkak, ndak kerasa, padahal saya ingin kaki saya kembali normal seperti sebelumnya, saya ikhlas, saya pasrah ya Allah”

di akhir percakapan lewat telpon, saya sampaikan:
“sehat ya TIA”

jawab TIA
“iya”

jawab bapaknya TIA
“iya mas… terima kasih mas”

==================================
Saya telah belajar IKHLAS dan PASRAH dari seorang anak SMP kelas 2.
“Kita ini seperti wayang, kita tinggal jalani aja sebagai wayang”

ternyata… Allah berkehendak lain. Alloh sayang kepada TIA.
jam 4.01 pagi ini tanggal 6 maret 2014 saya disms sama bapaknya TIA
“Assalamu ‘alaikum mas. niki tia pun tinggal mas”

Ibu Tia bilang, Tia meninggal jam 10.30 malam tanggal 5 maret 2014

Saya selalu berharap dan berdoa kepada Allah:
“ya Allah, berilah saya kesempatan untuk memberikan terapi sampai selesai. Engkau sudah melihat bagaimana keikhlasan TIA, Engkau sudah melihat bagaimana kepasrahan TIA kepadaMU. Ya Allah, berikanlah kesembuhan kepada TIA, ya Allah, Ya Mujibassa’ilin, ya Syafi’, Wahai yang Maha pemberi kesembuhan segala penyakit”

Bagi yang ingin takziah, bisa datang ke Karangwungu, karangdowo, klaten. Insya Alloh dimakamkan hari ini 6 maret 2014 jam 1 siang.

==================

Hari ini 6 maret 2014 adalah hari ke 4 yang searusnya saya menterapi TIA.
yaitu terapi akar masalah pada emosi.

Sekitar jam 10 pagi.

Orang-orang pada berkerumun di sekeliling rumah…
saya masuk rumah dan nemui ibu dan bapaknya.
saya melihat ada rasa ikhlas yang begitu dalam. karena Tia melewati hari-hari akhirnya dengan baik dan tenang.

Bapaknya Tia cerita:
mas, maaf ya sudah banyak merepotkan. Sebenarnya Tia sering minta masnya untuk menterapi, tapi bapak bilang ke Tia: “kasihan masnya dik, biar bapak aja yang menterapi.” jawab Tia “ndak mau pak. pokoknya harus sama masnya aja. sana telpon masnya, pak. ayo pak. telpon masnya aja. Kalo denger suara masnya, jadi lebih tenang. Kalo sama masnya lebih mantep”

“mas, alhamdulillah semua keinginan Tia sudah saya penuhi.”
4 maret 2014, Tia minta sholat tahajud
5 maret 2014, Tia minta kasurnya diganti. Tia minta rambutnya dipotong yang pendek. Kukunya dipotong dan dibacakan surat yasin.

Dan malamnya,
Tia bilang “bu, ibu jadi banyak”
Ibunya Tia “Dik, kalo kamu mau… bilang ya laa ilaaha illalloh muhammadurrosululloh…”

Tia meninggal

ibunya Tia bilang ke saya “alhamdulillah cepet mas. dan gampang Tia nya…”

masih ingat apa yang disampaikan Tia?
“Kita ini seperti wayang, kita jalani aja sebagai wayang”

TAHAP TERAPI SEFT UNTUK PENYAKIT KRONIS:
1. Seft pada gejala yang dialami (tgl 3 maret 2014)
2. Seft pada perasaan yang dialami (tgl 4 maret 2014)
3. Seft pada bagian yang sakit / sumber rasa sakit (tgl 5 maret 2014)
4. Seft pada akar emosi penyebab munculnya penyakit (tidak terlaksana)
5. Deep Seft hidup sehat dan bahagia (tidak terlaksana)

Terapi SEFT untuk Kangker Tulang, Tia-Klaten (Sesi 2)

mohon bantuan doanya ya. semoga Alloh menyembuhkan. amin.

Pasien: Tia umur 13 tahun (P)
Bapak: Sunaryo 44 tahun
Ibu: Asih 35 tahun
Tinggal di: Klaten
HP: 08572881xxxx

pada tanggal 3 maret 2014, bapak dan ibunya Tia sudah saya ajari SEFT. Pada hari ini 4 maret 2014, adalah hari terapi Tia yang ke 2. Tapi kondisi saya ngantuk banget. Dari pagi sampe siang ngantuk (saya juga baru sadar, ternyata SIM saya sudah kadaluarsa). Jadi saya tidak bisa ke klaten. So terapinya pake telpon.

Pak Sunaryo saya pandu pake telpon dan menotok bagian2 tubuh yang ditotok. Suara panduan saya juga di dengar TIA, supaya mengerti apa yang saya sampekan dan apa yang harus dipikirkan dan apa yang dilakukan sama TIA.

Saya minta ke TIA, untuk mengingat2 ada kejadian apa, ada perasaan apa, ketika TIA tahu tentang kondisinya (divonis amputasi), tapi saya tidak menyebutkan vonisnya atau sakitnya. tapi saya bilang
“sekarang TIA, ingat-ingat dulu ketika TIA dikasih tahu sama dokter, ketika TIA dikasih tahu kondisinya bagaimana, apa yang harus dilakukan dokter, bagaimana perasaan TIA. diingat-ingat terus seolah-olah sekarang berada di rumah sakit, bersama bapak-ibu, bersama saudara, diingat2 jam brp, di rumah sakit mana, dan TIA dikasih tahu, tentang kondisi TIA seperti apa, bagaimana perasaan TIA. sekarang munculkan perasaan TIA, semakin lama-semakin kerasa. apa yang dirasakan TIA ketika itu? apa sedih apa kecewa, atau apa, sekarang munculkan perasaan itu dan semakin lama semakin kerasa dan semakin seolah-olah benar2 terjadi sekarang.”

sambil bapaknya saya pandu untuk menotok2 18 titik SEFT, TIA saya pandu untuk mengucapkan “saya ikhlas saya pasrah, ya Allah”

sampe di titik ke 18,
“tarik nafas, ambil semua rasa sedih, hembuskan buang rasa sedihnya, dan ucapkan, alhamdulillah”

“dah sekarang gimana pak? coba tanyakan ke TIA, bagaimana kondisi perasaan dia sekarang?”

TIA “SUDAH PLONG”
BAPAKNYA TIA “kata tia sudah plong pak katanya”
saya: “alhamdulillah… saya ikut senang pak”

ini pengalaman yang bener2 menyenangkan bisa berbagi sama orang, bisa bermanfaat untuk orang lain.

Semoga saya bisa melanjutkan ke sesi berikutnya. dan Alloh memberikan kesembuhan kepadanya. Amin.

temen2, tolong bantu doa ya…

——————————————

Di sore harinya, jam 5.30 saya baru sampe di Indomaret Tanjung Anom Sukoharjo, habis jalan-jalan sama anak saya Faris Mumtaza ke solobaru. Setelah beli es krim, tiba-tiba ada yang telpon.

Saya: “Agenbioterra.com Assalamu ‘alaikum”
A: “wa’alaikumussalam. mas bisa minta tolong lagi mas?”
Saya: “dengan sapa ya pak?”
A: “saya mas. Bapaknya Tia”
Saya: “oh ya pak. Ada perlu apa pak?”
A: “ni di saluran kencingnya Tia, terasa perih, ni selangnya minta dilepas. Terus Tia minta masnya yang terapi aja”
Saya: “oh, kan bapak sudah saya ajari pak. Coba aja pak”
A: “tapi Tia mintanya biar mas aja yang terapi. Lebih mantep katanya”
Saya: “ya pak. nanti aja ya. Ni saya masih di jalan”
A: “ya mas, maaf ya banyak ngerepotin”
Saya: “ya pak ndak papa.”
A: “Assalamu ‘alaikum”
Saya: “Wa’alaikumussalam”

Habis maghrib mulai diterapi, terapinya pake telpon lagi.
Setelah minum air, yang dibacakan surat alfatihah, al ikhlas, an naas, dan alfalaq. Tia siap untuk diterapi rasa perih yang dirasakan di bagian saluran kencingnya.

Saya tanyakan: “Sekarang apa yang dirasakan Tia?”
Bapaknya Tia: “Katanya cuma aja mas. Badannya pegel sama perih di saluran kencing”
Saya: “Rasa perihnya kira-kira brp tingkatannya?”
Bapaknya Tia: “8 mas”

Setelah saya terapi SEFT, sampe 18 titik, saya dengar suara Tia semakin tak terdengar, seperti yang saya perhatikan di Sesi 1. Ternyata betul, Tia kecapekan.
Saya: “Sekarang tingkatannya brp rasa perihnya, Tia?”
Bapaknya Tia: “katanya 6 mas. maaf mas. ni Tia kecapekan”
Saya: “oh, kalo gitu biar istirahat aja dulu pak”
Bapaknya Tia: “apa nanti biar saya sendiri yang melanjutkan terapinya mas?”
Saya: “jangan dulu pak. Biar istirahat dulu aja pak. Maaf ya pak. Karena saya tidak tahu kondisi Tia, tidak melihat secara langsung, jadi saya terapi sampe 18 titik.”
Bapaknya Tia: “ya mas ndak papa mas. maaf ya mas banyak ngerepotin.”
Saya: “ya pak”
Bapaknya Tia: “Assalamu ‘alaikum.”
Saya: “Wa’alaikumussalam”

TAHAP TERAPI SEFT UNTUK PENYAKIT KRONIS:
1. Seft pada gejala yang dialami (tgl 3 maret 2014)
2. Seft pada perasaan yang dialami (tgl 4 maret 2014)
3. Seft pada bagian yang sakit / sumber rasa sakit (tgl 5 maret 2014)
4. Seft pada akar emosi penyebab munculnya penyakit (tidak terlaksana)
5. Deep Seft hidup sehat dan bahagia (tidak terlaksana)

BACA SELANJUTNYA terapi seft untuk kangker tulang, tia-klaten

Terapi SEFT untuk Kangker Tulang, Tia-Klaten (Sesi 1)

Habis ikut training SEFT, di Hotel Lampion Solo Tanggal 1-2 Maret 2014.
langsung menterapi Kangker Tulang tanggal 3 Maret 2014

Pasien: Tia umur 13 tahun (P)
Bapak: Sunaryo 44 tahun
Ibu: Asih 35 tahun
Tinggal di: Klaten
HP: 08572881xxxx

Bulan September 2013, kaki mulai membengkak (tidak jatuh, tidak apa-apa), akhir November 2013 mulai dibawa ke rumah sakit. Opname sampe 2 bulan. Dan hingga saat ini sudah sekitar seminggu di rumah. Jadi baru pulang dari rumah sakit.

Semua rumah sakit yang dikunjungi, sudah menyatakan “kakinya harus dipotong/ diamputasi”.
Tapi, anaknya tidak mau dipotong, dan yakin “saya bisa sembuh di rumah”, makanya anaknya minta pulang saja diobati di rumah pake terapi-terapi.

Hari ini 3 Maret 2013, ada agen saya yang mau order BIOTERRA GOLD. Akhirnya saya mau ikut sekalian, sapa tahu ilmu yang saya terima kemarin bisa saya pake buat mengurangi sakitnya.

Saya pergi ke rumahnya Tia ini dianter sama agen bioterra klaten, Beliau pun juga ndak tahu rumahnya, nunggu keponakannya yang nganter. Setelah ketemu rumahnya, saya tengok kondisi Tia dengan kaki kiri yang bengkak. Ini adalah pertama kalinya saya melihat secara langsung orang yang kakinya bengkak karena kangker.

Yang dirasakan:
Punggung terasa perih
Punggung terasa panas
Sesak nafas
Bahu kanan pegel (karena dia tidur miring kanan, kalo telentang, tambah sesak nafas, dan dia takut banget telentang)
4 hari ini Perutnya mulai membengkak
Kaki kiri bengkak
Kaki kanan ndak terlalu bengkak
Kencingnya pake selang
BAB nya susah (sudah 2 hari ini tidak bab), Biasanya pake obat pencahar, biar kotorannya bisa lembek
Tenggorokan ada lendirnya

Yang saya seft dan mengalami pengurangan rasa sakitnya:
Punggung terasa perih, level 8,2,0
Sesak Nafas, level 8,5,3,2,1
Tenggorokan ada lendirnya, level 8,6,2

ceritanya:
saya terapi dari jam 12 sampe jam 3an.
Saya terapi yang punggungnya, prosesnya lumayan lama, karena kulihat dia susah nafas. setelah selesai 2putaran, dia menggeh2. Dan saya ternyata kelupaan ngasih minum dulu di awal. Terus diambilin minumnya. Awalnya levelnya 8, setelah 2 putaran, levelnya menjadi 2. alhamdulillah

saya terapi sesak nafasnya, tapi berkali2 dia minta yang tenggorokannya dulu. Saya tetep terapi yang sesak nafasnya dulu. Pertamanya levelnya 8, setelah diseft, menjadi 5. Dan saya tanyakan punggunya apa masih perih, ternyata punggungnya sudah ndak perih. so levelnya sudah 0.

Kuterapi yang tenggorokannya, levelnya 8, alhamdulillah menjadi 6, diterapi lagi alhamdulillah menjadi 2.

akhirnya dia bilang ngantuk. akhirnya saya sudahin, biar istirahat dan saya pulang ke rumah.

yang saya salut dari anak ini dia bener2 berjuang, bersungguh2 ingin sembuh.
saya sampe bilang “saya bangga sama kamu, kamu bener2 ikhlas dan pasrah menerimanya”.
bahkan ortunya bilang “dia juga sering menasihati kita pak. bilang “bahwa kita ini seperti wayang, kita cuma bisa menjalani aja”

———————————

Di siang harinya sekitar jam 2, saya sama bapaknya istirahat dulu, makan nasi merah sama bayam sama tempe and telur goreng. Habis makan, istirahat bentar, dilanjutkan terapi sampe sekitar jam setengah 3 dan Tia sudah ngantuk. Jadi diselesaikan saja terapinya, biar Tia istirahat.

Alhamdulillah… sekarang waktunya pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang, ternyata sudah mendung banget. Dan akhirnya hujan. Pas hujan deres, alhamdulillah, saya berhenti pas ada masjid. Pas mau masuk masjid, saya lihat ada ibu-ibu tua yang sholatnya, kaki diselonjorkan. “Wah, prospek nih” dalam hati saya bilang gitu. Setelah sholat, ternyata hujan deres belum selesai.
Sambil nunggu hujan deres, saya lihat-lihat saya cari2, “tadi ibu-ibu yang sholatnya kakinya diselonjorkan tadi mana ya?” karena waktu itu ada 2 ibu-ibu yang ada di masjid. Akhirnya kucoba basa-basi sama salah satu ibu-ibu yang jalan2 di dalam masjid dan keluar masjid.

Saya: “pripun kabare bu? sehat bu?” (gimana kabarnya bu? sehat?)
Ibu A: “Alhamdulillah sehat mas. Tapi niki, bokonge sengkring-sengkring mas” (alhamdulillah sehat mas. Tapi ini, pantat saya cekit-cekit mas)
Saya: “eeee… njenengan saget boso indonesia, bu?” (eeee… ibu bisa bahasa indonesia?)
Ibu A: “mboten saget mas” (ndak bisa mas)

Dalam hati saya “aduh gimana nih”. Saya kesusahan kalo bicara kromo. kalo ngoko insya Alloh bisa dikit-dikit.
akhirnya datang juga yang Ibu B, yang kakinya tadi pas sholat diselonjorkan. Dan tiba-tiba langsung duduk pingin ikut ngobrol sama kita.

Ibu B: niki mas sikile kaku, tebel rasane (ini mas, kakinya kaku, kebal rasanya)
Saya: “eeee… njenengan saget boso indonesia, bu?” (eeee… ibu bisa bahasa indonesia?)
Ibu B: “mboten saget mas” (ndak bisa mas)

Saya dalam hati: “aduh tambah bingung lagi nih”
Saya: “ya udah bu, sini bu. tak kasih tahu carane ngobati sendiri”

ceritanya panjang ya… sampe saya bingung ni saya mau ngetik apa ini. Karena saya bicaranya campur aduk, ada yang bahasa indonesia, bahasa kromo inggil, bahasa ngoko, yang penting ibu-ibu ini bisa paham yang saya ajarin. untuk selanjutnya langsung saya ketikkan dalam bahasa Indonesia ya.

Ibu A keluhannya, pantatnya cekit-cekit, karena pernah ketabrak sepeda motor, beliaunya naik sepeda. Pas jatuhnya, posisinya duduk, pantatnya kena jalan. Setelah diterapi, alhamdulillah bisa berkurang. Saya bilang “alhamdulillah, nanti dilanjutkan lagi di rumah ya bu.” Ibu A: “ya mas. matur nuwun mas”

Ibu B keluhannya, kakinya kaku, keras, setelah diterapi, berkurangnya dikit banget.
Saya: “ya nanti dilanjutkan lagi di rumah ya bu”
Ibu B: ya mas, mas rumahnya mana?
Saya: “saya di cemani bu”
Ibu B: “loh cemani? itu kan tempat saya cari rosok”
Saya dalam hati: “ya Alloh, ternyata saya ngobrol sama tukang rosok. semoga ilmu yang saya sampekan bermanfaat”
Ibu B: “terima kasih sekali ya mas dikasih ilmu kayak gini”
Saya: “ya bu. saya mau pulang dulu ya bu. Assalamu ‘alaikum”
Ibu A dan Ibu B: “ya mas. wa’alaikumussalam”

Berangkat lagi perjalanan ke sukoharjo. Ternyata masih gerimis. Gerimis-gerimis gini, ternyata masih ada aja MOKMEN. Di jalan kampung lagi. aneh deh… Saya sih nyante. semua SIM dan STNK selalu saya bawa. Pas diperiksa, ternyata SIM saya berlaku sampe 27 November 2013.

Polisi: “Loh piye to mas… koq SIM nya dah telat. Diperpanjang ya mas”
Saya dalam hati: “apa iya?”
Saya: “iya to pak?”
Polisi: “Bawa apa mas?”
Saya: “Bioterra pak?”
Polisi: “Bioterra apa to mas?”
Saya: “Herbal pak. buat ngobati berbagai penyakit”
Polisi: “Tadi dari mana mas?”
Saya: “Tadi habis menterapi orang kangker tulang”
Polisi: “o bisa to?”
Saya: “ya pak”
Polisi: “yo wis, diperpanjang ya mas”
Saya: “ya pak”

alhamdulillah… lancar juga akhirnya…
perjalanan ternyata hujannya bertambah. “aduh ndak bawa jas hujan nih” ya udah deh. langsung aja diteruskan… Selama perjalanan tadi, saya terus lihatin hp saya Treq Pocket 2. GPS nya saya lihatin terus tiap ada pertigaan atau ada belokan. Perjalanan serasa lamaaaaa banget. Hujan, ndak tahu jalan, tapi saya senang sekali bisa mbantu orang. Dalam hati bilang, “enak juga kayak gini, jalan-jalan keliling-keliling menterapi orang.  Besok jalan-jalan lagi ke mana ya?”

Alhamdulillah dah sampe sukoharjo…
Tapi… ternyata perjalanan masiiiiih jauh…. Dan nyampe deh di Solobaru… alhamdulillah… sudah deket… sampe rumah jam 5.30

TAHAP TERAPI SEFT UNTUK PENYAKIT KRONIS:
1. Seft pada gejala yang dialami (tgl 3 maret 2014)
2. Seft pada perasaan yang dialami (tgl 4 maret 2014)
3. Seft pada bagian yang sakit / sumber rasa sakit (tgl 5 maret 2014)
4. Seft pada akar emosi penyebab munculnya penyakit (tidak terlaksana)
5. Deep Seft hidup sehat dan bahagia (tidak terlaksana)

Keterangan:

  1. Level di atas maksudnya adalah, tingkatan sakit yang dirasakan. Misal kalo tingkatannya adalah 0, maka tidak ada rasanya. Kalo sakit banget, berarti tingkatannya adalah 10. Bila terasanya sedang saja, tingkatannya adalah 5. Jadi yang dirasakan adalah perkiraan yang dirasakan oleh pasien.

BACA SELANJUTNYA terapi seft untuk kangker tulang, tia-klaten (sesi-2)

Terapi SEFT untuk Phobia Tengkorak, Faris-anak saya

Pagi ini jam 7.00 tanggal 9 maret 2014.
Anak saya Faris Mumtaza. sedang membaca buku kamus bergambar.
Tiba-tiba faris ketakutan dan menutup bukunya, sambil menaruh kepalanya di kasur lipat.

Saya : “Ada apa mas faris? koq takut banget?”
Faris: “Ada tengkorak”
Saya: “Cuma tengkorak takut mas?”

Untuk masalah phobia / takut terhadap sesuatu. Caranya adalah:
1. Secara bertahap dilihatin barang / benda / makanan dari jarak yang jauh sampe diketahui seberapa jarak yang dia takuti. Kemudian di SEFT
2. Setelah di SEFT, dekatkan lagi gambarnya / bendanya sampe dia takut. Kemudian di SEFt lagi
3. Setelah dekat sekali, sampe disuruh memegang Benda / gambar yang ditakuti, kemudian di SEFT
4. Apabila benda itu adalah makanan, coba disuruh mencium baunya. Kalo masih belum berani mencium baunya, di SEFT.
5. Kalo sudah berani mencium baunya. Sekarang di suruh makan. Kalo tidak berani makan, kemudian di SEFT.

Faris saya SEFT, dengan jarak gambar tengkorak sejauh 4 meter.
maju lagi dengan jarak 4.5 meter.
saya suruh maju lagi dengan jarak 3 meter.
saya suruh maju lagi dengan jarak 2 meter
saya suruh maju lagi dengan jarak 1 meter
saya suruh memegang bukunya sambil lihatin gambar tengkoraknya.

Kalimat set up yang saya pake:
“Ya Alloh, meskipun mas faris takut sama tengkorak, padahal itu kan cuma gambar. Tapi abi sayang sama mas faris. Mas Faris anak baik dan pemberani”

Faris: “sudah ndak takut”
Saya: “alhamdulillah”